30 March 2008

David Hume (1711 – 1776)

David Hume adalah filsuf yang terkenal di seluruh dunia, yang berpendapat bahwa pengetahuan hanya bisa diperoleh melalui pengalaman. Tetapi juga memberikan beberapa sumbangan pemikiran ekonomi ketika disiplin ilmu ini beru saja berkembang. Sumabangan-sumbangannya ini menyangkut dampak uang terhadap ekonomi dan terhadap perdagangan antar negara.

Hume lahir di Edinburgh, Skotlandia, pada tahun 1711. Ayahnya adalah tokoh negeri itu yang meninggal dunia saat Hume masih anak-anak, sehingga Hume dibesarkan oleh ibunya. Tetapi ayahnya mewariskan banyak uang kepada keluarganya. Karena itu Hume dapat memperoleh pendidikan yang sangat baik, terutama melalui pengajar pribadi di rumahnya. Kemudian ia mendaftar di Universitas Edinburgh untuk belajar sastra klasik. Tetapi Hume tidak puas dengan pendidikan yang diterimanya dan ia memutuskan untuk keluar dari Universitas dan pergi ke Perancis dan menjadi filsuf besar. Hasil karya filsafat yang berlimpah darinya adalah History of England yang terdiri dari enam volume (1757 – 1762).

Sebagai seorang ahli ekonomi Hume menyumbang teori uang dan teori perdagangan nasional. Ia menganalisa dampak uang terhadap tingkat suku bunga, kegiatan ekonomi dan harga. Ia juga menjelaskan bagaimana dan mengapa negara-negara tidak mungkin mengalami ketidakseimbangan perdagangan dalam jangka waktu yang lama. Terakhir, Hume, mengemukakan pertanyaan penting: “Apa yang terjadi ketika negara-negara kaya berdagang dengan negara-negara miskin?” Jawabannya adalah bahwa perdagangan internasional akan menguntungkan kedua negara tersebut. Bagi Hume, seorang pedagang layak dihargai karena ia cermat. Pengusaha cenderung menyimpan pendapatan mereka dan mengumpulkan modal. Semakin banyak modal atau kapital akan menurunkan tingkat suku bunga dan mendorong pengusaha lain untuk meminjam dan kemudian mengembangkan kegiatan mereka, sehingga meningkatkan persaingan dan menurunkan tingkat keuntungan. Berlawanan dengan pedagang, tuan tanah yang kaya biasanya meminjam uang untuk mengkonsumsi lebih banyak barang. Karena itu mereka mengurangi persediaan modal produktif dan menaikkan tingkat suku bunga pinjaman.

Analisa ini tidak hanya menjelaskan fungsi dari pedagang atau pengusaha; analisa ini juga menghasilkan teori bunga, yang kini dinamakan “Teori dana yang dapat di pinjamkan” (Loanable Funds Theory). Menurut Hume, tingkat bunga ditentukan oleh suplai tabungan dan permintaan tabungan. Hume juga menganalisa efek ekonomis dari perubahan di dalam persediaan uang. Efek uang jangka pendek adalah konsekuensi dari fakta bahwa harga tidak akan langsung berubah. Kemudian Hume menganalisa dampak dari uang tambahan terhadap perdagangan internasional. Hume menggunakan analisa ini untuk mengembangkan mekanisme aliran uang yang menjelaskan bagaimana kekuatan ekonomi secara otomatis menuju ke posisi keseimbangan perdagangan untuk semua negara. Terakhir, Hume kemudian meneliti permasalahan tentang apa yang terjadi ketika negara-negara miskin dan kaya saling berdagang. Bagi Hume (1955: 60-77), perdagangan membantu negara miskin tetapi tidak membahayakan negara yang lebih kaya. Perdagangan membantu negara-negara miskin mampu tumbuh dan berkembang; standar hidup mereka akan sama dengan tetangganya yang lebih kaya dan sama dengan mitra dagang mereka.

Berawal dari persoalan yang diangkat oleh merkantilis dan isu-isu ekonomi waktu itu, Hume mulai mengembangkan analisis ekonomi dengan menunjukkan dampak dari uang dan perdagangan terhadap satu sama lain dan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tetapi tempatnya di dalam sejarah ilmu ekonomi disebabkan lebih dari sekedar usaha yang dilakukannya dalam analisis ekonomi. Hume adalah tokoh transisional penting antara merkantilis dan ekonom Inggris klasik yang akan mengikuti jejak-jejak Hume. Sehingga memang dari pemikiran Hume-lah awal mulanya konsep perdagangan internasional di kembangkan, yang menjadikan dia sebagai ekonom yang disegani oleh ahli-ahli ekonomi seluruh dunia. Sehingga, hasil pemikirannya itu sampai sekarang banyak di ikuti oleh seluruh negara di dunia.

Karya-karya Hume

History of England (1757-62), London: T. Cadell dan W. Davies, 1802.

Essay. Moral, Political, and Literary, ed., T.H. Green dan T.H. Grose, 2 Vol., London: Longmans, Green, 1875.

Writing on Economics, ed., E. Rotwein, Madison, WI: University of Wisconsin Press, 1955.

Karya-karya Tentang Hume

Cavendish, A.P., David Hume, New York: Dover, 1958 dan Westport, CT: Greenwood Press, 1979.

Elmslie, Bruce, “The Convergence Debate Between David Hume and Josiah Tucker” Journal of Economic Perspectives, 9 (Fall, 1995): 207-16.

Johnson, E.A.J., “Hume, the Synthetist,” dalam Predecessors of Adam Smith: The Growth of British Economic Thought, New York: Augustus Kelley, 1965, hlm. 161-81.

Francois Quesnay (1694 – 1774)

Francois Quesnay (diucapkan kennay) terkenal sebagai pencipta model ekonomi pertama, Tableau Economique, dan sebagai pemimpin physiocrats, mazhab pertama dalam pemikiran ekonomi. Tetapi Quesnay juga dikagumi dalam berbagai hal lainnya—usulannya tentang kebijakan Laissez Faire, analisisnya terhadap kemunculan dan distribusi surplus ekonomi, dan visinya tentang ekonomi sebagai rangkaian yang terintegrasi dengan kuat dari bagian-bagian yang saling tergantung.

Quesnay lahir tahun 1694 di desa Mere, sekitar 15 mil sebelah barat Versailles. Ayahnya seorang petani dan penjaga toko, sehingga Quesnay hanya sedikit menerima pendidikan formal. Tetapi Quesnay sangat senang dengan buku-buku, dan sering berjalan kaki ke Paris untuk membeli buku-buku bekas tentang Plato dan Aristotle.

Pada usia 55 tahun Quesnay mulai tertarik pada ekonomi dan matematika (Sebelumnya sebagai dokter dan ahli bedah). Karakteristiknya yang luas, dan koneksinya dengan kalangan atas membuat ia diundang untuk menulis beberapa artikel untuk encylopedia Diderot. Artikel-artikel yang ditulisnya membuat dia terkenal dan memiliki banyak pengikut. Para pengikutnya menamakan diri mereka sebagai physiocrat dari bahasa Perancis, physiocrate, yang berarti hukum alam (Rule of Nature). Semua artikel di Encyclopedia menganalisa proses ekonomi sebagai siklus alirang uang, barang dan orang dari satu sektor ekonomi ke sektor lainnya, yang menyerupai aliran darah dalam tubuh. Corn adalah artikel dari Encyclopedia yang paling penting karena artikel inilah yang pertama kalinya mengemukakan doktrin bahwa dalam perekonomian Perancis hanya sektor pertanian ekonomi saja yang produktif. Quesnay berpendapat bahwa surplus ini muncul dari alam, properti generatif dari tanah. Ide ini penting karena menekankan bahwa kekayaan diperoleh dari proses produksi ketimbang melalui pertukaran atau perdagangan seperti yang dinyatakan oleh kaum merkantilis. Konsekuensi lain dari pernyataan ini, yang banyak menimbulkan kritik, adalah bahwa kegiatan manufaktur tidak produktif karena tidak menghasilkan surplus.

Quesnay memulai pendapatnya dengan asumsi bahwa ekonomi dapat digambarkan menurut tiga kelas atau sektor yang berbeda. Pertama, sektor pertanian yang menghasilkan makanan, bahan mentah dan hasil pertanian lainnya. Kedua, sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang pabrik seperti pakaian dan bangunan serta alat-alat yang diperlukan oleh pertanian dan pekerja pabrik. Sektor manufaktur menurut Quesnay juga termasuk yang sekarang kita namakan sektor jasa, karena jasa bertanggung jawab untuk memfasilitasi perdagangan domestik dan internasional. Ketiga, kelas pemilik tanah yang tidak menghasilkan nilai ekonomi apa-apa, tetapi mereka ini memiliki klaim atas surplus output yang dihasilkan dalam pertanian. Biaya sewa ini merepresantasikan pembayaran surplus kepada pemilik tanah dan perdagangan ini kemudian dikenal sebagai Teori Sewa Physiocratic. Tetapi walaupun Quesnay berpendapat bahwa sektor pertanian adalah sektor yang paling produktif, dia juga sadar bahwa asumsi tentang hubungan antara input dan output ini tergantung pada teknik produksi yang digunakan dalam sektor pertanian. Beberapa usulannya yang penting menyangkut usaha untuk meningkatkan produktivitas dalam sektor pertanian. Terakhir Quesnay mengasumsikan bahwa semua pendapatan dibelanjakan dan pengeluaran tersebut dibagi sama rata antara barang pertanian dan barang pabrik. Asumsi ini ditunjukkannya dalam model zig-zag yang sangat terkenal itu.

Konklusi kebijakan penting dari Tableau adalah bahwa pajak seharusnya hanya dikenakan pada tuan tanah saja. Karena pajak pada sektor pertanian dan manufaktur akan membahayakan perekonomian, maka pajak harus dikenakan kepada pemilik tanah, kelas yang tidak menghasilkan apa-apa. Karena pajak pada pemilik tanah tidak mengurangi input yang tersedia dalam menufaktur atau pertanian, maka pajak ini tidak menyebabkan ekonomi menurun. Konklusi kebijakan kedua dari Tableau yang penting adalah bahwa sistem pertanian Perancis harus direstrukturisasi. Dua perubahan penting secara khusus diperlukan. Pertama, pertanian harus dimodernisasikan. Kedua, pertanian harus lebih bersifat kapitalis, mengikuti contoh pertanian Inggris. Konklusi kebijakan Tableau yang terakhir, berlawanan dengan merkantilis, Quesnay mendukung perdagangan bebas antar negara. Bagi mazhab physiocrat, kekayaan tergantung pada output total dari barang yang diproduksi ketimbang logam mulia yang dikumpulkan negara.

Dalam satu hal, sejarah tidak begitu baik terhadap Quesnay. Padahal ia layak dianggap sebagai bapak ilmu ekonomi seperti Adam Smith. Tetapi ketika Adam Smith akhirnya menjadi nama yang terkenal, Quesnay benar-benar tidak dikenal di luar masyarakat ahli ekonomi profesional. Ahli ekonomi juga mengikuti kritik, yang pertama kali diajukan oleh Adam Smith, bahwa Quesnay telah keliru karena menganggap manufaktur tidak produktif. Terakhir, tableau telah dikecam dengan keras karena terlalu sulit untuk diikuti dan dipahami. Tetapi, dalam hal lain, seharah telah begitu baik terhadap Quesnay. Sebenarnya semua ahli ekonomi, lepas dari orientasi mereka, sangat mengaguminya (karena prestasinya tidak kecil!). Ahli ekonomi berhaluan matematika menghargai Quesnay karena perannya sebagai pelopor dalam pembuatan model ekonomi. Quesnay benar-benar ekonom sejati sepanjang masa, terutama karena pendapatnya mengenai sektor pertanian lebih produktif dari pada sektor manufaktur. Terutama lagi, menurut pendapat saya sendiri, hal ini masih berlaku sampai sekarang di negara-negara yang berkembang, dimana sektor manufakturnya banyak mengalami kendala dalam perkembangannya.


karya-karya Quesnay

L`Ami des hommes, 5 Vol., Avignon, 1762 dengan Victor de Riquetti, Marquis de Mirabeau.

Philosophie Rurale, 5 Vol., Amsterdam, Chez Les Libraries Associes, 1764.

The Economical Table, New York, Bergman Publishers, 1968.

Quesnay’s Tableau Economique, ed., Marguerita Kuczynski dan Ronald L., Meek, New York, Augustus M. Kelley, 1972.

Karya-karya Tentang Quesnay

Beer, Max, An Inquiry Into Physiocracy, London, George Allen & Unwin, 1939.

Higgs, Henry, The Physiocrats, London, Macmillan, 1897.

Meek, Ronald, The Economics of physiocracy: Essays and Translations, Cambridge, Harvard University Press, 1963.

Pressman, Steven, uesnay’s Theory of Economic Growth and Decline,” dalam Ecnomic as Wordly Philosopy, ed., Ron Blackwell, Jaspal Chatha dan Edward J. Nell, London, Macmillan, 1993, hlm. 305 – 21.

Pressman, Steven, Quesnay’s Tableau Economicque: A Critique and Reassesment, Fairfield, New Jersey, Augustus Kelley, 1994.

Vaggi, Gianni, The Economics of Francois Quesnay, Durham, North Carolina, Duke University Press, 1987.

Referensi Lain

Leontief, Wassily, The Structure of the American Economy 1919 – 1929, Cambridge, Massachusetts, Harvard University Press, 1941.

Marx, Karl, The Theory of Surplus Value, 3 Vol, Moscow, Foreign Language Publishing House, 1954.

Richard Cantillon (1687? – 1734?)

Richard Cantillon adalah tokoh yang misterius dan mempesona. Tidak banyak yang diketahui tentang kelahiran dan masa mudanya, serta kegiatan finansial dan kematiannya yang penuh kontroversial. Meskipun mengabdikan seluruh hidupnya untuk membuat uang, namun Cantillon telah menulis risalah ekonomi riil yang pertama, sebuah studi yang menggambarkan hubungan timbal balik dan kerja dari sistem ekonomi. Ia juga menyumbangkan teori moneter dan ia adalah orang pertama yang menjelaskan peran ekonomi penting yang dimainkan oleh pengusaha.

Brewer (1992, hlm. 2) memberikan angka tahun yang masuk akan untuk kelahirannya yaitu 1687 berdasarkan fakta bahwa Cantillon menjadi warga Perancis tahun 1708, dan ia pasti berusia 21 tahun pada saat itu. Pada tahun 1716 ia pergi ke Perancis untuk mengambil alih Bank milik sepupunya. Tapi untuk menghindari masalah-masalah hukum yang terus dialaminya ia memutuskan kembali ke Inggris dan hidup mewah dengan kekayaan yang melimpah yang didapatkan selama kegiatan investasi dan peminjaman.

Satu-satunya tulisan karya ekonomi Cantillon yang masih ada adalah Essay on the Nature Commerce (Cantillon, 1975). Buku ini diterbitkan lebih dari dua puluh tahun kemudian setelah api melahap rumahnya di London. Suplemen statistik yang disebut-sebut dalam teks ini, tidak pernah ditemukan. Essay ini, yang dibagi menjadi tiga buku atau bagian, mengemukakan serangkaian prinsip-prinsip yang meliputi berbagai topik yang menjelaskan bagaimana ekonomi bekerja. Bagian pertama mendeskripsikan bagaimana ekonomi riil beroperasi, atau prinsip-prinsip apa yang mendasari produksi barang dan prinsip apa yang mendasari penyewaan orang untuk memproduksi barang tersebut. Bagian dua memfokuskan pada sistem moneter dan menjelaskan bagaimana uang dan perekonomian riil berhubungan. Terakhir, bagian tiga, adalah penggambaran tentang perdagangan internasional dan penukaran mata uang asing. Sehingga kemudian para ahli ekonomi sekarang menggambarkan ketidakpastian dari uang ini dinamakan dengan nama Effect Cantillon.

Cantillon merupakan tokoh yang sering dilupakan di dalam ilmu ekonomi. Ia dikenal terutama karena pengaruhnya terhadap Quesnay dan mazhab kaum physiocrat, dan karena ia mengembangkan gagasan bahwa aliran uang menghubungkan berbagai sektor ekonomi yang berbeda. Tetapi sebenarnya tempat Cantillon dalam sejarah lebih penting ketimbang hal tersebut. Essay-nya layak dianggap sebagai risalah ekonomi riil yang pertama. Karya ini membayangkan ekonomi sebagai sistem timbal-balik dan menjelaskan bagaimana sistem bekerja. Karena alasan ini Cantillon mungkin layak dianggap sebagai ahli ekonomi riil yang pertama.

Karya-karya Cantillon

Essai sur la nature du commerce en general (1975), diterjemahkan oleh Henry Higgs, New York, Augustus Kelley, 1964.

Karya-karya Tentang Cantillon

Bordo, Michael, “Some Aspect of the Monetary Economics of Richard Cantillon,” Journal of Monetary Economics, 12 (1983), hlm. 235 – 58.

Brewer, Anthony, Richard Cantillon: Pioneer of Economics Theory, London and New York, Routledge, 1992.

Murphy, Antoin, Richard Cantillon: Entrepeneur and Economics, Oxford Clarendon Press, 1986.

Spengler, Joseph, “Richard Cantillon: First of the Modern I,” Journal of Political Economy, 62, 4 (Agustus, 1954), hlm. 281 – 95.

Spengler, Joseph, “Richard Cantillon: First of the Modern II,” Journal of Political Economy, 62, 5 (November, 1954), hlm. 406 – 24.

Tarascio, Vincent, “Cantillon’s Theory of Population Size and Distribution,Atlantic Economic Journal, 9, 2 (Juli, 1981), hlm. 12 – 18.

John Locke (1632 – 1704)

Sumabangan John Locke untuk ekonomi terutama adalah sumbangannya sebagai seorang filsuf. Ia memberikan justifikasi pertama untuk kepemilikan pribadi dan untuk pembatasan keterlibatan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Sumbangan ini memberikan landasan filosofis bagi kapitalisme di Inggris dan membantu kemenangan kaum kapitasisme di era yang masih didominasi oleh perhatian keagamaan. Locke juga memberi sumbangan pada teori uang dan tingkat suku bunga.

Locke lahir di Somerest, Inggris tahun 1632 dari keluarga yang moderat. Locke masuk Oxford dengan mendapatkan beasiswa pada tahun 1652. Kemudian meraih gelar sarjana pada tahun 1656 dan gelar master di tahun 1659. Kemudian ia mengajar di Oxford –menjadi dosen dalam mata kuliah sejarah Yunani dan mengajar Retorika tahun 1662. Ia kemudian menjadi dokter pribadinya Lord Ashley, pada waktu itu Locke belajar tentang isu-isu ekonomi yang penting pada saat itu, seperti perdagangan koloni-koloni Inggris dan tentang suku bunga.

Locke memberikan lima kontribusi pada ilmu ekonomi, tiga buah bersifat dan dua lagi lebih bersifat ekonomi. Ia memberikan justifikasi filosofis mengenai kepemilikan pribadi dan negara, dan ia mengembangkan metodologi yang membantu ekonomi menjadi lebih ilmiah. Dua sumbangannya ini melibatkan asumsi bahwa orang bertindak secara rasional dan bereaksi terhadap insentif keuangan. Sumbangan Locke untuk ekonomi berkaitan dengan teori uang dan bunga. Ia menentang peraturan pemerintah tentang tingkat suku bunga dan rencana pemerintah mendevaluasi mata uang Inggris, karena tindakan tersebut akan berakibat buruk pada perekonomian.

Sumbangan mengenai filosofinya yaitu, mengemukakan proporsi yang agak kontroversial bahwa manusia mempunyai hak atas pekerjaan mereka dan atas hasil dari pekerjaannya itu. Mereka menerima tanah sebagai milik mereka secara sah dengan memadukan pekerjaan mereka dengan tanah tersebut. In bisa diterima selama di sana tetap ada cukup persediaan tanah untuk orang lain dan sepanjang apa yang diambil seseorang dari tanah itu tidak rusak sebelum di konsumsi. Uang atau modal diakui oleh Locke benar-benar merupakan hasil dari kerja sebelumnya. Jadi kepemilikan uang dapat dibenarkan karena orang-orang harus bekerja untuk mendapatkannya. Uang juga membuat manusia dapat mengumpulkan kekayaan lebih banyak lagi karena uang tidak rusak sebelum dikonsumsi. Selain itu Locke berpendapat bahwa properti pribadi memiliki nilai praktis karena ketika manusia diizinkan mengumpulkan kekayaan maka mereka akan lebih produktif. Kontribusi filsafat kedua adalah justifikasi bagi negara dalam kegiatan ekonomi. Sejalan dengan kayakinan saat itu, hukum alam mengatakan bahwa sumber tertinggi dari penguasa politik adalah individu. Karena negara muncu dari hasil keputusan individu tentang hukum dan peraturan, eksistensi negara dapat dibenarkan karena sesuai dengan hukum alam. Kontribusinya yang terakhir adalah berkenaan dengan metodologi ekonomi, atau bagaimana seharusnya ilmu ekonomi dijalankan. Locke berpendapat bahwa orang sebagai individu yang rasional yang memiliki kepentingannya sendiri, yang bereaksi terhadap insentif ekonomi.

Dalam bidang ekonomi yang sesungguhnya, Locke menyumbang teori uang dan teori bunga. Locke menolak pedapat dari Josiah Child (Pertengahan abad ke-17) yang berpendapat bahwa seharusnya negara membatasi tingkat suku bunga sampai 4%. Ia juga berpendapat bahwa hukum riba (Usury Law) hanyalah redistribusi dari keuntungan antara pedagang dan pemberi pinjaman; mereka tidak menguntungkan negara secara keseluruhan karena bunga tersebut tidak meningkatkan peminjaman dan investasi. Locke menyimpulkan bahwa lebih baik bunga dibiarkan sampai ke tingkat yang wajar (yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran) ketimbang diterapkan oleh pemerintah. Sumbangan yang kedua adalah bahwa Locke menolak usulan dari pemerintah Inggris untuk pemecahan masalah uang logam yang terpotong atau terdepresiasi dengan mengurangi berat dari logam mulia dalam semua uang logam, atau mendevaluasi mata uang nasional. Menurut Locke, dengan mengurangi berat kandungan logam mulia, tidak akan membantu karena nilai atau kekuatan pembayar dari uang ini ditentukan oleh kandungan peraknya. Menurunkan nilai uang hanya akan membuat pedagang menginginkan lebih banyak mata uang untuk ditukar dengan barang. Meskipun ia memasuki perdebatan ini agak terlambat, Locke membantu meyakinkan pemerintah untuk tidak mendevaluasi mata uang Inggris dan membuat kembali mata uang dengan kandungan perak yang disesuaikan.

Karya-karya Locke

An Essay Concerning Human Understanding (1690a), 2 vol., Dover, 1959.

Two Treatises of Goverment (1690b), edisi kedua, N,Y., Cambridge University Press, 1953.

Some Consideration of the Consequences of the Lowering of Interest and Raising the Value of Money, 1691, dalam Locke, 1696.

Several Papers Relating to Money, Interest and Trade (1969), New York, Augustus M. Kelley, 1968.

Karya-karya Tentang Locke

Letwin W. The Origin of Scientific Economics, London, Methuen, 1963.

MacPherson, C.B., The Political Theory of Possesive Individualism: Hobbes to Locke, Oxford, Clarendon Press, 1962.

Vaughn, K.I., John Locke: Economist and Social Scientist, London, athlon, 1980.

22 March 2008

Willian Petty (1623 – 1687)

William Petty adalah salah seorang yang pertama kali memikirkan dan menulis secara sistematis tentang ekonomi, dan salah seorang dari individu-individu yang menerapkan prinsip-prinsip ilmu ekonomi ke dunia nyata. Karyanya memberikan pencerahan dalam sifat dari sewa (rent) dan pajak. Tetapi ia lebih terkenal karena usahanya menjadikan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang kuantitatif dan statistikal melalui apa yang dinamakan dengan “aritmatika politik”.

Petty lahir pada tahun 1623 dari keluarga pedagang pakaian miskin di pasar yang sepi di kota Hampshire, dekat sungai Test, bagian selatan Inggris. Setelah tinggal di Perancis dan 3 tahun di angkatan laut, kemudian ke Belanda untuk belajar anatomi dan kedokteran. Pada tahun 1646 Petty kembali ke Inggris untuk belajar kedokteran di Oxford. Setelah menerima gelar di bidang kedokteran, ia di tunjuk sebagai profesor anatomi di Oxford. Pada tahun 1660-an Petty membantu mendirikan The Royal Society of London for the Improving of Natural Knowledge. Menggunakan observasi dan eksperimentasi untuk meneliti alam dan masyarakat.

Petty mengembangkan metode aritmatika politik yang dihasilkannya dari penerapan program penelitian untuk gejala ekonomi di Royal Society tersebut. Pada dasarnya metode aritmatika politik adalah “mengekspresikan diri menurut angka, timbangan dan ukuran; hanya menggunakan argumen akal sehat; dan hanya mempertimbangkan kasus-kasus yang fondasinya di alam semesta dapat terlihat; meniggalkan hal-hal yang bergantung pada pikiran yang bisa berubah, opini, hasrat dan keinginan dari orang-orang tertentu” (Hull 1899, hlm. 244). Aritmatika polotik menggunakan metode kuantitatif dalam menganalisa fenomena ekonomi dan sosial. Sebuah aspek dari pandangan ini adalah penggunaan angka dan ukuran untuk menggambarkan realitas. Aspek lainnya adalah memakai angka-angka tersebut untuk menarik kesimpulan tentang cara dunia ini bekerja. Eksperimen yang terkontrol benar-benar mengharuskan mulai dengan dua perekonomian yang identik, atau dua kelompok orang yang identik, yang ditempatkan dalam dua situasi yang persis sama. Kemudia kita mengubah kondisi dari salah satu kelompok ini. Kemudian kita amati perubahan ini dari tiap-tiap kelompok. Sayangnya, di dunia nyata sebenarnya tidak mungkin menciptakan atau menemukan lingkungan seperti itu. Aritmatika politik berusaha mengganti eksperimen ini dengan analisa statistik, yang diyakini sebagai upaya terbaik yang dapat dilakukan dalam ilmu ekonomi. Metode statistik ini sampai kini masih dipakai dalam ilmu ekonomi, kendati dewasa ini ada usaha lebih “ilmiah” dengan mencari cara bagaimana mencari cara melakukan eksperimen yang terkontrol.

Selain itu, Petty membuktikan bahwa London itu benar-benar makmur dan berkembang secara ekonomi, Petty menunjukkan bahwa London memiliki lebih banyak penduduk dan rumah-rumah dibandingkan dengan paris. Meskipun terasa ganjil, tapi Petty tetap berkeyakinan bahwa semakin makmur negara benar-benar akan mempercepat pertumbuhan penduduk; jadi analisa ini mungkin terbaik di masanya.

Berbeda dengan kaum merkantilis, Petty mendukung surplus perdagangan untuk meningkatkan pekerjaan ketimbang untuk mengumpulkan kekayaan. Selain itu, Petty mendukung sejumlah manfaat dari perdagangan internasional yang bebas. Terakhir, Petty tidak melihat perdagangan internasional sebagai cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi Inggris tetapi ia berpendapat bahwa keuangan publik (public finance) atau pengeluaran pemerintah dan kebijakan pajak merupakan determinan yang lebih penting dar kemakmuran ekonomi ketimbang kebijakan perdagangan atau akumulasi surplus perdagangan.

Disamping sumbangannya untuk studi keuangan publik dan karyanya yang menerangkan dan mendefinisikan gagasan surplus, Petty adalah tokoh penting terutama karena penekanannya pada penggunaan angka atau data untuk memahami dan menjelaskan bagaimana dunia ekonomi yang nyata bekerja. Walaupun ia mengembangkan statistik ekonomi yang lebih baik dan lebih teratur untuk membantunya dalam upaya ini, dibutuhkan waktu 250 tahun sebelum data menjadi lebih mudah untuk disediakan. Petty telah berusaha membuat alat ukur tersebut dan ia menggunakannya untuk mencoba memahami ekonomi Inggris. Hal ini merupakan kontribusi ekonominya yang paling penting dan membuatnya tokoh ekonomi terpenting abad ketujuhbelas.

Pada saat ini pun, statistik dalam bidang ilmu ekonomi sangatlah penting peranannya. Banyak sekali hal-hal atau kasus-kasus perekonomian yang bisa diselesaikan dengan bantuan statistik. Tetapi, asumsi Petty yang menyatakan bahwa kemakmuran negara bisa di lihat dari jumlah penduduknya tidak selamanya benar, karena pada kenyataannya hanya Amerika dan akhir-akhir ini China yang mempunyai jumlah penduduk banyak dan makmur, untuk kasus Indonesia dan India, asumsi ini tidak berlaku.

Karya-karya Petty

The Economic Writings of Sir William Petty, Cambridge, Cambridge University Press, 1899.

Karya-karya Tentang Petty

Hutchinson, Terence, Before Adam Smith: The Emergence of Political Economy, 1662 – 1776, Oxford, Basil Blackwell, 1988.

Letwin, William, The Origin of Scientific Economics: English Economic Trought 1660 – 1776, London, Methuen & Co, 1963.

Roncaglia, Allesandro, Petty, Armonk, New York, M.E. Sharpe, 1985.

Strauss, Erich, Sir William Petty: Portrait of a Genius, London, Bodley Head, 1954.

Referensi Lain

Burtless, Garry, “The Case of Randomized Field Trials in Economics and Policy Research,” Journal Economics Perspectives, 9,2 (Spring, 1995), hlm. 63-84.

Smith, Vernon L., “Experimental Method in Economics,” dalam The New Palgrave: A Dictionary of Economics, ed., John Eatwell, Murray Milgate dan Peter K. Newman, N.Y., Stockon Press, 1987, 2, hlm. 241 – 9.

Smith, Vernon L (ed.), Experimental Economics, Aldershot, Edward Elgar, 1990.

Thomas Mun (1571 – 1641)

Thomas Mun adalah anggota kelompok ekonomi pedagang Inggris, (abad ke-17) lebih dikenal sebagai kaum “Merkantilis” yang paling terkenal dan paling di hormati. Kelompok ini menyarankan agar inggris menggunakan surplus perdagangan untuk memakmurkan negara secara ekonomi. Seperti yang dikemukakan Mun ([1664] 1954, hlm. 125),

“Cara-cara yang wajar... untuk meningkatkan kemakmuran dan kekayaan kita adalah dengan perdagangan luar negeri, dimana kita harus memperhatikan aturan berikut ini: menjual lebih banyak kepada pihak asing daripada konsumsi kita terhadap barang mereka ... Bagian dari persediaan kita yang tidak kembali ke gudang kita harus selalu dibawa pulang dalam bentuk kekayaan.”

Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan Mun. Kakeknya bekerja di tempat percetakan uang Kerajaan; Ayahnya adalah pedagang tekstil. Ia kemudian terlibat dalam East India Company (Perusahaan Hindia Timur), sebuah perusahaan gabungan milik Inggris yang berdagang terutama di Timur jauh. Pada tahun 1615 Mun terpilih sebagai Direktur perusahaan tersebut dan menjabat sampai ia meninggal. Mun menulis dua risalah ekonomi.

Karya pertamanya (Mun, 1621) mempertahankan Perusahaan Hindia Timur dari kritik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mengekspor emas dan perak ke Timur (ditukar dengan rempah-rempah), dan hilangnya logam-logam mulia ini telah membuat perekonomian Inggris merosot. Orientasi dari karya A Discourse of Trade tidaklah terlalu merkantilis. Ketimbang mendukung surplus perdagangan dan akumulasi emas, Mun justru mengajukan semua argumen yang ia pikir bisa mendukung perusahaan tersebut.

Ia menyatakan bahwa negara akan menjadi makmur dengan cara yang sama seperti yang ditempuh oleh sebuah keluarga—dengan penghematan dan menyimpan uang lebih banyak ketimbang yang mereka keluarkan. Demikian juga, negara dan keluarga akan miskin jika terlalu banyak menghamburkan uang. Mun beralasan, sepanjang perusahaan Hindia Timur menghasilkan uang, perusahaan ini tidak akan membuat Inggris bertambah miskin. Mun juga berpendapat bahwa makanan, pakaian dan mesiu adalah kebutuhan pokok, sehingga mengimpor barang-barang ini akan meningkatkan kemakmuran Inggris. Dipihak lain, mengimpor barang-barang mewah sangat membahayakan negara. Tetapi menurut dia tidak semua barang mewah itu membahayakan; beberapa barang impor dikembangkan oleh Inggris dan kemudian di ekspor kembali, dengan demikian menghasilkan pemasukan logam mulia ke Inggris. Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa barang-barang yang di impor oleh perusahaannya pada umumnya adalah barang-barang yang dibutuhkan oleh eksportir Inggris.

Jika risalah Discourse ini merupakan pembelaannya terhadap Perusahaan Hindia Timur, maka buku keduanya, yang diterbitkan sesudah ia meninggal (1664), membuat Mun menjadi pemikir ekonomi awal yang penting. Yang paling berharga dari karyanya ini, England’s Treasure by Foreign Trade, adalah perspektifnya yang lebih luas. Mun tidak lagi membela perusahaannya, tetapi ia lebih banyak mengadopsi sudut pandang bangsa secara keseluruhan. Ia menyatakan bahwa perdagangan luar negeri akan memperkaya negara jika perdagangan ini menghasilkan surplus. Mun juga meneliti faktor-faktor yang menyebabkan suatu negara mendapatkan surplus perdagangan. Terakhir Mun mengajukan serangkaian proposal yang dapat diimplementasikan oleh para pemimpin Inggris jika mereka ingin mengingatkan posisi perdagangan nasional.

Disamping menjelaskan manfaat dari surplus perdagangan Mun juga menjelaskan apa yang dapat dilakukan untuk mendorong surplus tersebut. Pertama adalah dengan kebijakan harga. Mun menginginkan ekspor dijual pada tingkat “harga yang terbaik”; yaitu harga yang menghasilkan pendapatan dan kekayaan yang paling banyak. Ketika Inggris memiliki monopoli atau mendekati monopoli didunia perdagangan maka barang-barangnya harus dijual dengan harga tinggi. Tetapi ketika persaingan luar negeri sangat besar, barang-barang Inggris harus ditekan serendah mungkin. Kedua, Mun menjelaskan bahwa kualitas barang yang lebih baik akan menimbulkan permintaan yang lebih besar di seluruh dunia dan juga akan menghasilkan ekspor yang lebih besar bagi Inggris. Mun meminta pemerintah untuk mengatur para pengusaha pabrik dan membentuk dewan perdagangan (yang fungsinya sama dengan Departemen Perdaganan AS sekarang). Peraturan-peraturan ini harus tegas agar Inggris dapat memproduksi barang dengan kualitas tinggi. Terakhir Mun menjelaskan bagaimana kebijakan pajak nasional dapat membantu menghasilkan surplus perdagangan. Bea ekspor harus kecil karena bea ini akan dimasukkan dalam biaya penjualan di luar negeri. Bea impor harus rendah untuk barang yang akan di ekspor kembali, dan harus tinggi pada barang-barang yang cenderung di konsumsi oleh warga Inggris.

Mun dan merkantilisme mendapat kritik tajam dari ahli-ahli ekonomi lainnya pada abad ke-18. David Hume menjelaskan bagaimana ketidak seimbangan perdagangan akan memperbaiki dirinya sendiri secara otomatis. Francois Quesnay dan Adam Smith, keduanya mengkritik tajam merkantilisme dan berpendapat bahwa pembatasan peran pemerintah dalam bisnis akan memacu produksi domestik. Terakhir, David Ricardo mendukung ajarang perdagangan bebas. Semua pandangan anti-merkantilis ini segera mendapat dukungan luas dari hampir semua ahli ekonomi. Tapi ajaran merkantilis ini bangkit pada abad dua puluh. John Maynard Keynes memuji merkantilis karena pengakuannya bahwa permintaan yang ditimbulkan dari surplus perdagangan akan menaikkan pertumbuhan ekonomi. Di Asia, jepang sendiri mengangkat semangat merkantilis dalam meningkatkan perekonomiannya.

Walaupun Mun tidak begitu dihargai oleh ekonom-ekonom di masa kini, dan meskipun Mun tidak membuat sebuah penemuan terobosan, ia telah meningglkan tanda dalam sejarah ekonomi. Gagasan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah seharusnya menciptakan surplus perdagangan, dan gagasan bahwa cara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah melalui pertumbuhan ekspor, merupakan kontribusinya yang abadi.

Indonesia sendiri seharusnya menerapkan surplus perdagangan, karena sampai saat ini Indonesia mengalami defisit perdagangan. Oleh karena itu campur tangan pemerintah dalam hal mengeluarkan kebijakan harus bisa mendukung para pengusaha Indonesia untuk bisa mengekspor hasil produksinya. Karena dengan hal tersebut banyak sekali keuntungan yang akan di hasilkan, diantaranya adalah daya beli yang tinggi di negara luar, pendapatan yang lebih besar, mengurangi pengangguran, mengurangi urbanisasi, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan negara. Oleh karena itu, mungkin hal ini lah (dalam jangka pendek) yang akan bisa mengatasi Indonesia dari keterpurukan.

Karya-karya Mun

A Discourse of Trade from England unto the East Indies (1621) dalam Early English Tracts on Commerce, John R. McCulloch, Cambridge, Cambridge University Press, 1954.

England’s Treasure by Foreign Trade (1664) dalam Early English Tracts on Commerce, John R. McCulloch, Cambridge, Cambridge University Press, 1954.

Karya-karya Tentang Mun

Buck, Philip W, The Policies of Mercantilism, New York, Octagon Books, 1964.

Johnson, E.A.J., Predecessors of Adam Smith: The Growth of British Economic Trought, New York, August M. Kelley, 1965.

Magnusson,Lars, Mercantilism: The Shaping of an Economic Language, New York and London, Routledge, 1994.

Referensi Lain

Johnson, Chalmers, MITI and the Japanese Miracle: The Growth of Industrial Policy, Stanford University Press, 1982.

Keynes, John Maynard, The General Theory of Employment, Interest and Money (1936), New York, Harcourt Brace & World, 1964.

Fifty Major Economist

Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan cerita (atau apalah namanya) yang saya bikin berseri mengenai tokoh-tokoh atau para pemikir ilmu ekonomi dunia. Saya akan sampaikan sampai pada lima puluh tokoh atau pemikir mulai dari biografi sampai pada inti dari ilmu yang mereka ajarkan. Saya mengambil referensi dari buku yang berjudul Fifty Major Economist. Saya mengurutkan tokoh-tokoh atau para pemikir ini berdasarkan pada zamannya atau tahun dimana dia mengeluarkan statement-nya dan tahun hidupnya.
Setiap akhir dari paragraf penjelasan ini, akan saya berikan komentar mengenai pemikiran² mereka, dan kalau memungkinkan saya juga akan memberikan analisis mengenai penerapannya, khususnya di negara kita tercinta ini INDONESIA.
Mudah-mudahan ini akan sangat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi saya sendiri. Amin...

MM Juga Akhirnya

Alhamdulillah, pada hari jum'at tanggal 22 Februari jam 14.00 akhirnya saya sidang dan di uji penulisan tesis saya di Program Magister Manajemen Universitas Pasundan konsentrasi Manajemen Pesamaran. Dengan Dosen pengujinya yaitu :
1. Prof.Dr.Faisal Affif, Spec.Lic.
2. Prof.Dr.H.Tb. Hassannudin, Msc.,Ak.P.
3. Sanerya Hendrawan, Ph.D.,MA. (Juga Sebagai Pembimbing)
4. Dr. Yusuf Arifin, SE.,MSi.

Pada sidang yang berlangsung kurang lebih 90 menit itu, saya lumayan tegang dan yah lumayan deg-deg plassssssssss :D tapi alhamdulillah saya bisa melewatinya dengan lancar, dan akhirnya lulus dan sidang tersebut mendapat nilai A. Tapi yang lebih menyenangkan adalah saya lulus dengan predikat cum laude.
mudah²an ilmu yang saya dapat ini bermanfaat dan dapat saya amalkan dalam kehidupan saya sehari-hari. Akhirnya saya juga bisa berbagi ilmu saya disini. Mudah²an bisa saya lakukan. Amin.