Bubble Economics adalah pembangunan yang semu di bidang ekonomi biasanya adalah ekonomi suatu negara. Mungkin kita pernah mendengar perkataan dari Bapak Presiden kita atau dari Mentri Perekonomian kita bahwa pertumbuhan ekonomi kita adalah 7,8%. Benarkan itu? Percayakah kita dengan besaran pertumbuhan ekonomi kita yang sekarang katanya lebih dari 4%? kita harus melihat dulu dengan seksama, apa penyebab pertumbuhan ekonomi sebesar itu? kembali pada teori pertumbuhan ekonomi, yaitu :
Y = C + I + GE + (X - M)
ket :
Y = Pertumbuhan Ekonomi
C = Konsumsi Masyarakat
I = Investasi
GE= Goverment Expenditure
X = Ekspor
M = Impor
Nah, kemudian yang mana yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi kita bisa dikatakan tinggi oleh Bapak Presiden dan Mentri Perekonomian ?
yang pertama adalah Nilai C yang tinggi, tetapi konsumsi barang yang seperti apa yang benar-benar meningkat, ternyata setelah diteliti konsumsi meningkat pada barang-barang konsumtif dan bukan pada barang yang produktif.
kemudian ekspor tinggi, tetapi meningkatnya ekspor bukan karena kuantitasnya yang meningkat melainkan karena harga yang naik.
Investasi meningkat, ini juga bukan investasi yang padat karya, tetapi merupakan investasi yang padat modal seperti pasar modal dan pasar uang.
Goverment Expenditure meningkat, ini bukan benar-benar pendapatan pemerintah tetapi melainkan karena pinjaman yang terus-menerus dilakukan oleh pemerintah.
Import menurun, ini menunjukkan bahwa impor mengenai alat produksi yang benar-benar menurun.
nah, ini semua adalah bubble ekonomi atau pertumbuhan ekonomi yang semu yang terjadi di Negara kita tercinta Indonesia. Sehingga, pendekatanya harus di rubah menjadi penurunan pengangguran, penurunan kemiskinan, dan peningkatan daya saing bangsa kita.
Mudah-mudahan masyarakat kita bisa melihat dengan pemikiran yang jernih mengenai ini semua. Dan mudah-mudahan masyarakat juga tidak dibohongi lagi oleh orang-orang yang pintar di atas sana.
22 December 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment